Mensiasati keadaan krisis global saat, kita dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang sulit sedangkan kebutuhan-kebutuhan menuntut kita untuk membuat keputusan yang cerdas sehingga langkah efisiensi pengeluaran dapat dilakukan seoptimal mungkin. Di tengah situasi seperti ini tingkat daya beli pun secara umum mengalami penurunan, tak terkecuali pasar ponsel baik baru maupun bekas terimbas dampaknya. Pada ponsel baru meskipun permintaan menurun, harga cenderung mengalami kenaikan. Hal ini bisa disebabkan nilai tukar rupiah yang berfluktuasi terhadap dolar, sedangkan ponsel bekas cenderung turun.
Di tengah kondisi seperti ini ponsel bekas pun menjadi alternatif. Untuk mendapatkan ponsel bekas yang oke kita mesti pintar-pintar memilih, lain halnya kalau dengan ponsel baru, buka bungkus. Berharap untung dengan ponsel bekas yang murah tak taunya buntung di kemudian hari… dikarenakan baru dipakai beberapa hari ternyata ponsel yang dibeli matot! Nah, untuk meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan kita dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
Periksa Ponsel
Periksa fitur-fitur yang ada seperti kamera dalam merekam video atau mencapture image, Bluetooth dengan melakukan pairing terhadap ponsel lain, kemampuan menangkap sinyal dapat dilakukan dengan menggantikan dengan SIM card yang memiliki jarak tower (BTS) paling jauh, dan yang tak kalah penting juga apakah kondisi ponsel kortslet hal ini dapat dilakukan dengan mengukur konektor ponsel +, BSI, dan -. Pada kasus tertentu ponsel dengan kondisi korslet kecil dapat hidup secara normal hanya saja kalau digunakan lebih lama batere akan terasa lebih boros, batere melembung, dan ponsel terasa panas pada saat diaktifkan.
Periksa segel
Buka casing periksa baut-baut apakah masih orisinil atau sudah pernah dibuka, hal ini bisa dilihat dari bekas obeng pada baut dan segel yang menempel di atasnya. Seandainya masih menggunakan segel resmi/distributor biasanya ponsel pernah rusak secara pisik atau minimal pernah dibongkar dan biasanya kondisi ponsel baik, sedangkan kalau segel sudah robek atau diganti dengan segel servis ini perlu ditanyakan kerusakan yang pernah terjadi, seandainya rusaknya berupa penggantian spart part elektronik (chip/IC) sebaiknya hindari membeli ponsel tersebut kalaupun tetep masih pingin mintalah harga yang lebih rasional.
Kelengkapan
Periksa kelengkapan: kardus, IMEI (*#06#) apakah sama antara ponsel dengan IMEI yang tertera di kardus, casing ori, charger ori, batere maupun perangkat-perangkat lain yang ada, mis: headset.
Garansi
Tanyakan garansi yang diberikan, walaupun ponsel bekas tak jarang penjual ponsel atau konter memberikan garansi mis: 3 hari, 1 minggu atau beberapa minggu.
Demikianlah sedikit tips & triks dari saya semoga bermanfaat dan selamat berburu ponsel bekas….

Pernahkah rekan-rekan yang pake ponsel Nokia OS Symbian S60 2nd, tanpa sebab yang jelas kinerjanya menurun secara drastis, sampe hang yang artinya harus restart ‘paksa’ ponsel dengan cara mencopot batere, bisa jadi ponsel anda terinfeksi virus.
Ceritanya kemarin kedatangan 1 unit notebook acer 4710 dari temen, kondisi udah gak bisa lagi masuk Windows. Coba safe mode juga tetep gak bisa, akhirnya tak coba langsung “garap” dengan teknik lama… ya, install ulang Windows.